Timnas Indonesia

Meski Menang Lawan China, Garuda Muda Masih Simpan Banyak Masalah

×

Meski Menang Lawan China, Garuda Muda Masih Simpan Banyak Masalah

Sebarkan artikel ini

Kurniawan Punya PR Besar Jelang Lawan Qatar

Pemain Timnas Indonesia U-17 Miraj Riski Sulaiman merayakan gol saat menghadapi China U-17 di Stadion Indomilk Arena.
Pemain Timnas Indonesia U-17, Miraj Riski Sulaiman (kiri), merayakan gol ke gawang China U-17 pada laga uji coba di Stadion Indomilk Arena, Rabu (11/2/2026). (Instagram.com/@timnasindonesia)

Arenaesports.id – Kemenangan atas China U-17 pada laga perdana Grup B Piala Asia U-17 2026 memang menjadi modal penting bagi Garuda Muda. Namun di balik hasil positif tersebut, masih ada sejumlah catatan yang harus segera diperbaiki sebelum menghadapi Qatar U-17.

Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto memang sukses mengamankan tiga poin usai menang tipis 1-0. Akan tetapi, sepanjang pertandingan mereka lebih banyak berada di bawah tekanan lawan.

China terus menggempur lini pertahanan dan mendominasi jalannya laga. Beruntung, efektivitas penyelesaian akhir lawan tidak terlalu baik sehingga gawang Indonesia tetap aman hingga peluit panjang berbunyi.

Jika melihat data statistik pertandingan, ada beberapa kelemahan yang wajib menjadi perhatian serius tim pelatih jelang laga berikutnya.

Akurasi Operan Masih Jadi Masalah

Salah satu kelemahan paling mencolok terlihat dari distribusi bola. Timnas Indonesia U-17  kesulitan mengimbangi permainan lawan dalam hal penguasaan dan aliran bola.

Sepanjang laga, skuad Merah Putih hanya mencatatkan 259 operan. Jumlah itu kalah jauh dibanding China yang mampu membukukan 375 passing.

Bukan hanya dari segi jumlah, tingkat akurasi operan juga masih rendah. Anak asuh Kurniawan hanya menghasilkan persentase umpan sukses sebesar 61,8 persen, sedangkan lawan mencapai 76,5 persen.

Situasi ini membuat Indonesia cukup kesulitan keluar dari tekanan serta membangun serangan dengan rapi dari lini belakang.

Masalah lainnya terlihat dari skema crossing. Dari tiga umpan silang yang dilepaskan sepanjang pertandingan, tidak satu pun berhasil menemui sasaran alias memiliki akurasi nol persen.

Sebaliknya, China tampil jauh lebih agresif dengan melepaskan 41 crossing dan mencatatkan akurasi mencapai 24,4 persen.

Minim Ancaman ke Gawang Lawan

Selain kalah dominan dalam penguasaan permainan, Garuda Muda juga minim menciptakan peluang berbahaya.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Matthew Baker dan rekan-rekannya hanya mampu menghasilkan enam percobaan tembakan. Jumlah tersebut terpaut jauh dari China yang melepaskan 19 shot.

Yang lebih mengkhawatirkan, hanya satu tembakan Indonesia yang tepat sasaran. Menariknya, satu-satunya shot on target itu langsung berbuah gol kemenangan melalui sepakan Keanu Sanjaya pada menit ke-87.

Sementara tiga percobaan lainnya berhasil diblok lawan dan dua sisanya melenceng dari gawang.

Dengan statistik tersebut, tingkat akurasi tembakan skuad Merah Putih hanya berada di angka 16,7 persen.

Lemah dalam Duel Udara

Catatan lain yang tak kalah penting ialah duel perebutan bola, terutama duel udara.

Dalam pertandingan itu, persentase kemenangan duel Indonesia hanya mencapai 44,2 persen. Sementara lawan mampu mencatatkan angka lebih baik dengan 55,8 persen.

Kelemahan paling terlihat terjadi saat menghadapi bola-bola atas. Garuda Muda hanya memenangkan 32,1 persen duel udara, sedangkan China mendominasi dengan angka 67,9 persen.

Situasi ini membuat lini pertahanan beberapa kali berada dalam tekanan ketika menghadapi crossing maupun bola panjang lawan.

Qatar Bisa Jadi Ancaman Lebih Berat

Kurniawan tentu harus segera membenahi berbagai kekurangan tersebut sebelum menghadapi Qatar U-17 pada laga berikutnya.

Jika akurasi passing, efektivitas serangan, dan duel udara tidak mengalami peningkatan, Garuda Muda berpotensi menghadapi laga yang lebih sulit.

Meski demikian, kemenangan atas China tetap menjadi modal berharga untuk menjaga peluang lolos ke babak perempat final sekaligus membuka jalan menuju Piala Dunia U-17 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *